Studi Banding ICARE BRMP Sistem ke Koperasi Sri Unggul Sejahtera: Menggali Model Korporasi Petani
Indramayu, 8 Juli 2026 – Dalam upaya memperkuat kelembagaan korporasi petani pada Program ICARE yang dilaksanakan di tiga provinsi — Tulang Bawang Barat (Lampung), Kalimantan Barat (Bengkayang), dan Sulawesi Selatan (Soppeng) — BRMP Sistem melaksanakan kunjungan lapang Hilirisasi Padi ke Koperasi Sri Unggul Sejahtera, Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu. Kunjungan ini bertujuan mempelajari langsung praktik terbaik pengelolaan korporasi petani yang telah berhasil diterapkan koperasi tersebut, melalui sesi Success Story dan Operasional Bisnisnya.
Ketua Koperasi Sri Unggul Sejahtera, H. Taryono, menjelaskan bahwa koperasi tumbuh dari Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) yang dibentuk pada 2013, sebelum bertransformasi menjadi koperasi modern melalui program pembentukan koperasi pertanian yang diinisiasi Kementerian Pertanian pada akhir 2024.
Saat ini koperasi memiliki sekitar 255 anggota petani dengan wilayah layanan mencakup delapan desa di lima kecamatan, meliputi lahan pertanian seluas sekitar 2.000 hektare. Koperasi mengelola alsintan secara terpusat, serta menyediakan layanan pupuk dan pestisida, jasa pengeringan gabah, penyerapan gabah, pemasaran hasil panen, hingga distribusi beras — termasuk sistem pembayaran jasa alsintan pascapanen yang meringankan beban modal petani di awal musim tanam.
Menurut H. Taryono, perkembangan koperasi tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Pertanian, BRMP, BPP, hingga Brigade Pertanian yang aktif memberikan pendampingan teknis dan manajerial. Sistem administrasi koperasi yang semula manual kini juga diarahkan menuju tata kelola yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel.
Dalam pengembangan bisnisnya, Koperasi Sri Unggul Sejahtera tergabung dalam Korporasi Koperasi Bintang Kencana Dharma Ayu bersama empat koperasi pertanian lain di Kecamatan Bangodua, Tukdana, Widasari, Lelea, dan Cikedung, dengan spesialisasi usaha yang saling melengkapi — mulai dari pemasaran hasil pertanian, perbengkelan alsintan, hingga usaha perbenihan.
Bagi tim ICARE BRMP Sistem, kunjungan ini memberikan pembelajaran konkret mengenai implementasi model korporasi petani yang berhasil mengintegrasikan seluruh rantai agribisnis padi — dari penyediaan sarana produksi, mekanisasi pertanian, pendampingan budidaya, penanganan pascapanen, hingga penyerapan dan pemasaran hasil panen. Model ini dinilai relevan untuk direplikasi pada kegiatan penguatan korporasi petani di wilayah kerja ICARE di Tulang Bawang Barat (Lampung), Bengkayang (Kalimantan Barat), dan Soppeng (Sulawesi Selatan).
Beberapa aspek yang menjadi perhatian khusus tim BRMP Sistem antara lain penerapan manajemen usaha berbasis korporasi yang didukung perencanaan bisnis, tata kelola administrasi yang tertib, pengelolaan aset secara profesional, serta pengembangan sumber daya manusia. Studi banding ini menegaskan bahwa keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya aset, tetapi juga kemampuan pengurus mengelola organisasi secara transparan, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan anggota.
Hasil studi banding ini selanjutnya akan menjadi bahan rujukan bagi Program ICARE dalam mendampingi penguatan kelembagaan, penyusunan tata kelola organisasi, penyempurnaan sistem administrasi dan pencatatan keuangan, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pengembangan unit usaha, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia pada korporasi petani binaan ICARE di tiga provinsi tersebut.